Oleh: mmotivator | April 7, 2010

SUFI LANJUTAN 1

 TASAWUF                                   
                                
 
Tujuan  tasawuf  adalah  mendekatkan  diri  sedekat  mungkin
dengan  Tuhan sehingga ia dapat melihat-Nya dengan mata hati
bahkan rohnya dapat bersatu dengan Roh Tuhan. Filsafat  yang
menjadi  dasar  pendekatan  diri  itu adalah, pertama, Tuhan
bersifat rohani, maka bagian  yang  dapat  mendekatkan  diri
dengan Tuhan adalah roh, bukan jasadnya. Kedua, Tuhan adalah
Maha Suci, maka yang dapat diterima Tuhan untuk mendekatiNya
adalah  roh  yang  suci.  Tasawuf  adalah ilmu yang membahas
masalah  pendekatan  diri  manusia  kepada   Tuhan   melalui
penyucian rohnya.
 
ASAL KATA SUFI
 
Tidak  mengherankan  kalau  kata  sufi dan tasawuf dikaitkan
dengan   kata-kata   Arab   yang   mengandung   arti   suci.
Penulis-penulis banyak mengaitkannya dengan kata:
 
1. Safa dalam arti suci dan sufi adalah orang yang
   disucikan. Dan memang, kaum sufi banyak berusaha menyucikan
   diri mereka melalui banyak melaksanakan ibadat, terutama
   salat dan puasa.
 
2. Saf (baris). Yang dimaksud saf di sini ialah baris
   pertama dalam salat di mesjid. Saf pertama ditempati oleh
   orang-orang yang cepat datang ke mesjid dan banyak membaca
   ayat-ayat al-Qur'an dan berdzikir sebelum waktu salat
   datang. Orang-orang seperti ini adalah yang berusaha
   membersihkan diri dan dekat dengan Tuhan.
 
3. Ahl al-Suffah, yaitu para sahabat yang hijrah bersama
   Nabi ke Madinah dengan meninggalkan harta kekayaannya di
   Mekkah. Di Madinah mereka hidup sebagai orang miskin,
   tinggal di Mesjid Nabi dan tidur di atas bangku batu dengan
   memakai suffah, (pelana) sebagai bantal. Ahl al-Suffah,
   sungguhpun tak mempunyai apa-apa, berhati baik serta mulia
   dan tidak mementingkan dunia. Inilah pula sifat-sifat kaum
   sufi.
 
4. Sophos (bahasa Yunani yang masuk kedalam filsafat Islam)
   yang berarti hikmat, dan kaum sufi pula yang tahu hikmat.
   Pendapat ini memang banyak yang menolak, karena kata sophos
   telah masuk kedalam kata falsafat dalam bahasa Arab, dan
   ditulis dengan sin dan bukan dengan shad seperti yang
   terdapat dalam kata tasawuf.
 
5. Suf (kain wol). Dalam sejarah tasawuf, kalau seseorang
   ingin memasuki jalan tasawuf, ia meninggalkan pakaian mewah
   yang biasa dipakainya dan diganti dengan kain wol kasar yang
   ditenun secara sederhana dari bulu domba. Pakaian ini
   melambangkan kesederhanaan serta kemiskinan dan kejauhan
   dari dunia.
 
Diantara semua pendapat itu, pendapat terakhir  inilah  yang
banyak  diterima  sebagai  asal kata sufi. Jadi, sufi adalah
orang yang memakai wol  kasar  untuk  menjauhkan  diri  dari
dunia  materi  dan  memusatkan  perhatian  pada alam rohani.
Orang yang pertama memakai kata sufi kelihatannya Abu Hasyim
al-Kufi di Irak (w.150 H).
 


oleh Harun Nasution

Responses

  1. Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah

    Editor: Budhy Munawar-Rachman

    Penerbit Yayasan Paramadina
    Jln. Metro Pondok Indah
    Pondok Indah Plaza I Kav. UA 20-21
    Jakarta Selatan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: